Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juli 2007

NARKOBA BARANG BASI YANG KUDU DIBASMI

Narkoba Barang Basi yang Kudu Dibasmi

Gerakan anti narkoba makin marak. Bahkan hukum pun kini nggak segan-segan menjatuhkan hukuman mati buat yang terbukti mengedarkan barang laknat tersebut. Ironisnya pada saat yang sama, jumlah pemakai narkoba dan korban yang meninggal karena over dosis atau AIDS juga terus meningkat.
Kecanduan yang Fatal Penggunaan barang yang bersifat candu ini sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 60-an, yaitu - canabis atau ganja. Makin berkembangnya zaman, urusan candu juga ikut-ikutan berkembang. Mulai, deh, muncul varian lain, seperti morfin, pil, ekstasi, heroin, dan yang terakhir, shabu. Penggunaannya nggak hanya diminum tapi juga dihirup dan disuntikkan. Nah, cara terakhir ini jugalah yang ikut 'melestarikan' penyakit AIDS, jika jarum suntiknya digunakan beramai-ramai.
"Perkenalan dengan narkoba, biasanya diawali dengan coba-coba. Kalau nggak ikutan, nanti dicela, akhirnya pertahanan kita 'bobol' juga. Selain itu biasanya pecandu kurang mendapat perhatian dari keluarga atau teman-temannya, sehingga dia mencari kesenangan dan mengurangi rasa jenuh dan stresnya dengan menggunakan NAZA," jelas dr. Iskandar Irwan Hukom. Sifat candu itu pula yang membuat korban menginginkannya terus dan terus, dengan dosis yang meningkat pula. "Bohong, tuh, kalau ada yang bilang kita bisa mengontrol pemasukan narkoba. Dalam pikirannya, secara fisik dia masih mampu menerima dosis tersebut tapi dilihat dari luarnya, badannya sudah makin hancur," lanjut dr. Iskandar yang menjabat sebagai Vice President Campaign di Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).
Si pecandu nggak hanya 'menularkan' kebiasaannya mengonsumsi NAZA, tetapi juga penyakit-penyakit berbahaya. Seorang pecandu berpotensi untuk mengalami gangguan syaraf pada organ tubuh seperti otak, lever, tulang dan gigi keropos, HIV/AIDS dan hepatitis C, yang bisa berkembang jadi kanker hati. "Pada wanita, pemakaian drugs ini akan menimbulkan gangguan siklus menstruasi, bahkan tidak mengalami menstruasi selama aktif memakai. Hal ini tentu akan mempengaruhi kesuburan, untuk sementara dia bisa mandul," tambahnya kembali. Paket Pecandu Menurut Joyce Djaelani Gordon dari Yayasan Harapan Permata Hati Kita, seorang pecandu bakalan mendapat paket kehidupan sebagai berikut: narkoba, penyakit-penyakit mematikan, seks bebas, kriminalitas, dan kekerasan. Pemakai yang sudah kecanduan cenderung bakal menghalalkan segala cara untuk memuaskan keinginannya tersebut. "Kita harus waspada pada perilaku orang terdekat kita biar bisa 'mendeteksi' apakah dia memakai narkoba atau tidak," kata dr. Iskandar kembali. Misalnya pemakaian uang jajan yang berlebihan, tabungan habis dalam waktu singkat, uang kuliah nggak dibayarkan, atau pengeluarannya cenderung 'keterlaluan'.
Apalagi kalau barang-barang di rumah hilang. "Bisa juga dilihat kalau dia kelihatan nggak peduli dengan kebersihan tubuhnya atau diajak ngobrol nggak nyambung, susah konsentrasi, gampang mengeluh badannya terasa nyeri, atau mengurung diri di kamar. Semua itu merupakan ciri seorang pecandu," dr. Iskandar menjelaskan. Masih banyak perilaku yang bisa kita jadikan 'pegangan' seseorang merupakan pecandu atau bukan. Cenderung punya 'hobi mengarang' alias ngibul, gampang emosi dan curiga, sering berhalusinasi, melamun, sering kedatangan teman-teman baru yang belum dikenal baik sama keluarga, dan di kamarnya ditemukan barang-barang seperti korek api, jepitan, plester, kertas timah, sendok kecil, dan kartu telepon bekas.
"Selain itu, banyak kasus menunjukkan tingginya angka hubungan seks bebas karena bawah pengaruh drugs atau perempuan yang memang 'pasang badan' untuk mendapatkan narkoba," tambahnya kembali. Jika Sudah Kena Kalau tanda-tanda tersebut makin jelas terjadi pada orang-orang terdekat kita, ambil tindakan dini sebelum terlambat. Sayangnya, banyak di antara kita yang masih merasa malu dan bersikap pasrah jika salah satu anggota keluarga kita terkena narkoba. "Semua tingkat kecanduan masih bisa ditolong, tergantung pendekatan, metode, dan yang terpenting dari pecandunya itu sendiri. Jika keinginannya untuk sembuh sangat besar, didukung pula oleh keluarga, tentu proses penyembuhannya akan lebih cepat," jelas dr. Iskandar.
Siap menerima kenyataan bahwa orang-orang kesayangan Anda seperti sahabat, saudara, atau pacar terjerumus narkoba. Nggak usah menyangkal bahwa kenyataan tersebut merupakan aib, sehingga kita akan lebih mudah menolong mereka. Kenali masalah mereka. Seorang pecandu seringkali mengingkari bahwa mereka sedang bermasalah dan selalu mencari alasan atau pembenaran mengapa mereka menggunakannya. Beri mereka waktu untuk mengumpulkan tekad untuk bisa berhenti.

Beri motivasi untuk segera mencari portolongan. Jangan dilepas atau diasingkan begitu saja karena akan membuat mereka lebih mengisolasi diri. Kita harus setia menemani dan mendukung semua usahanya sewaktu menjalani pengobatan. Jaga kebersamaan ini dengan terus memperhatikan keadaannya.
Untuk sementara waktu, jauhkan mereka dari teman-teman sepergaulan. Soalnya sekali kembali ke lingkungan tersebut, memudahkan dia tergoda dan mencoba barang itu kembali..

Jika bingung harus mulai dari mana, segera cari pertolongan dengan menghubungi Layanan Konseling Gratis Narkoba YCAB di (021) 566566-0 atau klik ke www.ycab.net untuk mendapatkan informasi tentang narkoba dan panti rehabilitasi yang ada.

Boks 1: Biar Nggak Terjerumus
Jangan pernah mencobanya
Siapkan mental dan tekad untuk menolak kalau ditawarin.
Selektif dalam memilih teman.
Perbanyak informasi dari berbagai sumber tentang bahaya narkoba
Berani bilang "TIDAK" kalau mendapat tawaran narkoba. Pakai alasan mulai dari yang lucu sampai yang seram. Kalau cara ini nggak manjur alihkan topik pembicaraan ke lainnya. Kalau masih nggak mempan juga tinggalkan tempat itu. Lebih baik cari teman baru yang lebih bersih daripada masa depan kita dikorbankan.

Lakukan banyak kegiatan yang positif biar lebih pede.
Kata-Kata Jitu Buat Nolak
"Sorry, ya. Kayaknya saya nggak butuh."
"Wah, saya nggak ada waktu untuk itu."
"No, thanks. Mendingan traktir saya makan, deh."

Boks 2:
Mereka Yang Pernah Kena Merembet ke Tindakan Kriminal Berawal dari coba-coba dan tekanan dari teman-teman untuk memakai ganja dan heroin tanpa tahu akibatnya, membuat saya jadi pecandu dan tersiksa. Tulang rasanya ngilu luar biasa, air mata keluar terus padahal tidak sedang menangis. Tubuh juga selalu merinding kalau kena angin makanya saya jarang mandi. Saya mulai melakukan tindakan-tindakan kriminal seperti mencuri dan menjual barang-barang di rumah biar bisa beli narkoba.
Masuk rehabilitasi sudah berulang kali tapi saya kembali dan kembali lagi. Orangtua sampai pasrah melihat kelakuan saya. Satu kali, saya merasa capek, bosan, dan mikir, mau sampai kapan begini terus? Akhirnya saya sendiri yang minta disembuhkan dan sudah tiga tahun ini saya bersih dari narkoba dan menjadi konselor relawan di YCAB.
(Timang, 23 tahun) Lebih Senang Menyendiri Saya pernah memakai putaw selama dua tahun karena pengaruh teman. Pertama kali memakal putaw, badan terasa enak tapi jadi malas mandi dan malas makan. Saya lebih senang menyendiri di kamar, jarang bersosialisasi, dan sulit tidur. Saya juga sering dimarahi orangtua karena minta uang terus. Kalau pengaruh putaw itu habis, badan saya langsung meriang, menggigil, dan muntah-muntah. Lama-lama saya capek dengan keadaan ini, saya ngaku sama nyokap kalau saya pakai dan mau berobat. Sekarang badan saya sudah lebih segar lagi. (Heidi, 23 tahun) (Sumber BKKBK Diposting oleh Qbenk)

SEPERTIGA PENDERITA AIDS ADALAH REMAJA

Sepertiga Penderita AIDS Kaum Remaja

Permasalahan lain yang dihadapi remaja Indonesia adalah ketakutan terhadap penularan HIV/AIDS. Ketakutan ini bukan dibuat-buat. Karena, kata Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Prof. Dr. Azrul Azwar, berdasarkan penelitian dunia, sepertiga penderita AIDS adalah kaum remaja yang masa depannya masih cukup panjang. Terlebih hingga saat ini obat-obatan maupun vaksin untuk mencegah HIV/AIDS belum juga ditemukan. Permasalahan mendasar yang dialami remaja Indonesia, selain masalah pendidikan adalah gencarnya serbuan Napza (Narkotika-Psikotropika-zat Additif lainnya), yang bermuara pada semakin meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di kalangan remaja. "Terutama akibat penggunaan jarum suntik bergantian," ungkap Prof. Dr. Azrul Azwar di sela-sela Peringatan Hari Remaja Asia yang jatuh pada 1 Agustus 2002, dan mengambil tema Speak Your Mind (Katakan Maksudmu). Ditambahkan Azrul, Penyebaran HIV/AIDS pada usia muda makin memprihatinkan, karena saat ini di seluruh dunia lebih dari setengah infeksi HIV/AIDS baru terjadi pada usia muda. Di Indonesia juga terjadi kecenderungan yang sama 29,8% kasus HIV/AIDS pada kelompok umur 20-29 tahun.
Karena itu perlu upaya terpadu untuk menghambat laju penyebaran HIV/AIDS, terutama pada kaum muda. Data sampai Desember 2001 menunjukkan, ada 1.978 kasus HIV positif dan 671 kasus AIDS di Indonesia. Diperkirakan jumlah ini akan terus meningkat hingga 80.000-120.0000 kasus pada tahun 2010. "Ironisnya, sekitar 30% penderitanya adalah remaja, baik yang ditularkan melalui penyalahgunaan nafza, maupun yang ditularkan dari ibu pengidap HIV/AIDS yang sejak muda telah mengkonsumsi napza kepada bayi-bayi yang dilahirkannya. Bahkan, yang lebih parah lagi hanya sebagian kecil saja dari mereka yang tahu kalau dirinya terinfeksi," cetus Dirjen Binkesmas. Saat ini, menurutnya pemerintah sedang berupaya keras melalui kerja sama lintas sektor untuk memperbaiki tingkat kehidupan remaja.
Bukan hanya itu, rencana aksi pun telah disusun untuk menunjang upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas remaja Indonesia, terutama sekali membentengi mereka dari serbuan narkoba yang saat ini gencar masuk ke Indonesia. Salah satu upaya untuk melindungi mereka adalah dengan mengkampanyekan Speak Your Mind (Katakan maksudmu), yaitu berupa piagam yang berisi pesan-pesan remaja Asia terhadap pemerintah, lembaga swadaya masyarakat yang peduli remaja, orang tua dan diri remaja itu sendiri. Piagam yang berisi pesan dari remaja ini juga diserahkan kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan di New York, AS, yang diserahkan oleh dua belas remaja perwakilan dari negara-negara Asia. Dengan adanya piagam ini Depkes sangat bergembira, karena ada perhatian penuh dari PBB terhadap perkembangan anak dan remaja di seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Sebenarnya sebagian besar dari isi piagam ini sudah dilaksanakan di Indonesia, dengan adanya piagam ini berarti Indonesia tinggal memperkuat komitmennya terhadap pembangunan anak-anak dan remaja, terutama sekali memasuki era pasar bebas 2003 mendatang," tandas Azrul.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar remaja Indonesia terhindari dari penyakit ini adalah dengan terus-menerus melakukan kampanye penanggulangan HIV/AIDS dan salah satunya adalah melalui program Speak Your Mind yang merupakan kerjasama antara MTV, Unicef dan Levis Strous. Ditambahkan Azrul, permasalahan HIV/AIDS di Indonesia terkait dengan sisi gelap kehidupan bangsa, terutama yang melibatkan anak-anak, seperti eksploitasi pekerja anak, kurangnya informasi edukasi dan life skills education. Selain itu, kenyataan menunjukkan kaum muda di berbagai negara sudah melakukan aktivitas seksual pada umur belasan, namun kurang mendapat informasi sehingga tidak paham cara penularan HIV/AIDS dan bagaimana melindungi dirinya agar tidak terinfeksi. "Pencegahan yang sesuai dengan kondisi budaya lokal menjadi kunci untuk menahan laju penyebaran HIV/AIDS," tegasnya.
Wakil Indonesia pada penyerahan Piagam Remaja kepada Sekjen PBB Koffi Annan adalah Wibisono Haryo Sebayu, pemenang Speak Your Mind MTV yang merupakan program dari Unicef, sebagai badan dunia yang bergerak dalam permasalahan anak dan remaja di Indonesia. Menurut Wibisono, apa yang dilakukannya bersama teman-teman dari dua belas negara Asia membuat pesan ini semata-mata untuk mengingatkan pemerintah dan remaja di seluruh dunia agar senantiasa membentengi diri mereka dari serbuan narkoba yang berbuntut pada meningkatnya angka kejadian HIV/AIDS.
"Saya sama sekali tidak menyangka kalau dari sekian banyak remaja di Indonesia, bisa terpilih mewakili Indonesia untuk menyampaikan pesan-pesan dari remaja Asia kepada PBB, untuk itu saya sangat bersyukur. Dengan terpilihnya saya mewakili remaja Indonesia, tugas yang akan saya emban juga akan semakin berat, mengingat tantangan ke depan yang dihadapi remaja Indonesia, terutama dari serbuan narkoba," kata Wibisono. (Sumber BKKBN Diposting Oleh Qbenk)

PERGAULAN BEBAS PERBURUK PERILAKU REMAJA

Pergaulan Bebas Perburuk Prilaku Remaja

Singkawang,- Ada dua bentuk prilaku yang bisa muncul pada remaja yang menganut paham pergaulan bebas. Yaitu, memiliki akhlaq buruk dan perilaku fatamorgana. Keduanya adalah prilaku tidak baik dalam kehidupan dan harus dihindari. Disampaikan Ketua STIT Kota Singkawang, Drs. Arnadi Arkhan, MPd. Pernyataan itu diungkapnya pada seminar tentang pergaulan bebas di kalangan remaja, di Aula I Pemkot Singkawang, baru-baru ini. Dijelaskan, indikator dari memiliki akhlaq yang buruk antara lain adalah memiliki sifat takabur, hasud, dendam, mudah marah, bohong, ingkar janji, menyia-nyiakan waktu, tidak punya rasa malu, buruk sangka, penakut dan sebagainya. "Sedangkan indikator dari prilaku fatamorgana antara lain suka pacaran, seks bebas, narkoba, merokok, meminum khamar, gila mode, lupa aurat, konsumtif, percaya pada astrologi dan lain-lain," terang Arnadi sembari menjelaskan lebih jauh tentang bahaya-bahay indiaktor tersebut. Menurut Arnadi, semua prilaku tersebut sangat tidak baik bila terus menggelayuti kehidupan kita, sehingga harus dihindari semampu kita. Nah, berkaitan dengan upaya menghindari ini, Islam menawarkan aturan untuk pergaulan remaja. Pertama, menundukkan pandangan. Islam mengharuskan baik laki-laki maupun perempuan untuk menundukkan pandangan agar terhindar fitnah seksual melalui mata. Menjaga pandangan mempunyai dua arti. Diantaranya, pandangan lahir, melihat dan menikmati pada bagian-bagian tubuh yang menarik dan menggairahkan nafsu birahi. Kemudian pandangan bathin , yaitu syahwat yang timbul di dalam hati untuk mengadakan hubungan seksual atau perbuatan lain yang melanggar kesusilaan setelah melihat bentuk lahir dari lawan jenis seks yang berlawanan. Berkaitan dengan menundukkan pandangan ini, terdapat dalam Al-Qur'an Surah An-Nur ayat 30-31. Selanjutnya larangan bersentuh kulit. Islam tidak membenarkan laki-laki dan wanita bersentuhan kulit. Walaupun dalam hal ini masih terdapat ikhtilaf diantara para ulama. Akan tetapi jumhur ulama memberikan keputusan untuk tetap tidak ada alasan boleh bersentuhan antara laki-laki dan perempuan. Kecuali dalam keadaan terpaksa. "Aturan berikutnya larangan berduaan dengan yang bukan muhrim (Ajnabiyah). QS Al-Isra 32 telah dengan tegas mengatakan, Janganlah kami mendekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk," urainya. Terkahir, larangan ihktilat. Ikhtilat yaitu campur baurnya antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim. Baik dalam pertemuan resmi maupun tidak resmi. "Jika terpaksa harus bercampur baur, maka sebaiknya dibuat hijab atau penghalang. (Sumber Pontianak Post diposting oleh Qbenk)

Rabu, 04 Juli 2007

MAMA MIA DAN EMPAT MATA




Hi sobat beberapa waktu belakangan ini, semua mata hati kita tertuju pada acara MAMA MIA SHOW yang ditayangkan salah satu Tv swasta kita, berbeda dengan tayangan hiburan lainnya semisal AFI, INDONESIA IDOL, acara kali ini tidak memakai poling sms melainkan langsung di nilai oleh dewan juri, terus terang aja cara inilah sebenarnya yang mesti dipakai karena kalo dalam poling sms bisa saja pihak orang tua anak dengan sengaja bermain mata dengan para pemirsa khususnya orang -orang terdekat mereka dengan memberi sejumlah uang buat ngisi pulsa lantas disuruh ikutan poling...wah kan money politik tuh.

Mama mia kali ini ternyata banyak diikuti oleh mereka yang rata-rata masih belia dan berasal dari berbagai daerah dan berbagai kalangan, lihat saja AJENG cewek belia ini berasal dari kalangan anak-anak jalanan, ya sebagai pengamen ternyata ajeng mampu menunjukkan bahwa dia tidak hanya bisa bernyanyi diatas bis saja tapi sanggup bernyanyi dan bersaing diatas pentas Mamamia Show Wow keren tuh, tapi ada tapinya lho, disamping acara ini mengundang banyak perhatian publik tapi menurut saya kayaknya banyak diantara anak-anak sekarang yang ebih memilih penampilan dari pada suaranya....waduh saya gak nuduh lho coa aja liat komentar mereka di http://www.mamamia-show.com/ dan coba deh perhatikan beberapa gambar peserta yang penampilannya mengundang decak kagum para kaum Adam.


Beda ama Tukul lho, tukul yang tampangnya rada berantakan dikit...hehehe...sory ya mas...tapi lewat EMPAT MATA nya yang memukau berhasil dengan telak mengambil hati semua kalangan termasuk jajaran pemerintahan, tanpa ada yang menilai lagi (hihihih mang apanya yang mau dinilai..) tapi koq bisa ya tukul berhasil hasil mengaet simpati semua orang, bedo lo ama mama mia yang hanya bisa menggaet kalangan tertentu aja, waduh bingung juga ya..apanya sih yang menarik dari seorang tukul ??